Anak Kurang Tidur Beresiko Obesitas?


sleepy-kidBalita Bunda tidur terlalu lama? Tak usah khawatir bunda! Penelitian terbaru menunjukkan anak yang tidur lebih lama akan mengalami penurunan body mass index (BMI) sekaligus memperkecil risiko si kecil mengalami overweight alias obesitas.

Tidur adalah kegiatan rutin yang mesti semua orang lakukan, khususnya di malam hari. Sebab tubuh juga perlu istirahat jika sudah di paksa seharian untuk kerja fisik, dan pikiran juga harus di istirahatkan agar tidak mudah stres. Namun sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan waktu tidurnya dengan alasan menyelesaikan pekerjaan kantor hingga larut malam alias bergadang.
Bergadang sangatlah tidak baik untuk kesehatan jasmani maupun rohani, misalnya dapat membuat stres, merusak kulit, dan masih banyak lagi. Seseorang yang melek hingga larut malam biasanya lebih mudah terserang obesitas, sebab pada saat malam hari biasanya perut menjadi lapar sehingga ingin ngemil atau makan sesuatu terus menerus. Setelah itu biasanya tubuh akan merasakan kantuk yang luar biasa akibat perut yang kekenyangan, dan efeknya adalah membuat kegendutan alias obesitas akibat makanan yang baru masuk tidak bisa dicerna baik oleh tubuh dalam keadaan tidur.

Beberapa penelitian menyebutkan kecenderungan terjadinya obesitas akan terjadi pada anak yang kurang tidur pada malam hari, Sebuah studi baru dari Columbia University mengatakan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan seseorang untuk makan sekitar 300 kalori lebih sehari dari biasanya. Hasil riset yang dilakukan oleh Profesor Rachael Taylor dari Departemen Nutrisi Universitas Otago, Dunedin, Selandia Baru itu menunjukkan rata­rata anak tidur selama 11 jam setiap hari. Anak­anak yang kurang tidur mengalami risiko BMI yang lebih besar saat berumur tujuh tahun. Sebaliknya saat anak berumur tiga hingga tujuh tahun setiap tambahan jam tidur terkait dengan penurunan BMI sebesar 0,49 dan penurunan risiko obesitas 61 persen ketika berumur tujuh tahun.

Taylor serta para peneliti lainnya berkesimpulan bahwa kurang tidur memainkan peran penting pada perkembangan tubuh anak­anak. Tidur yang kurang membuat anak­anak makan lebih banyak dan sedikit bergerak karena lemas. Berdasarkan penemuan ini, Taylor menyarankan agar anak­ – anak dibiasakan tidur dengan pola yang baik agar kesehatan mereka terjaga.

NH-omegajunior

Anak Anda kurang konsentrasi? Tingkatkan konsentrasi dan kecerdasan putra putri

Anda dengan  NATURE’S HEALTH Omega Junior (30) 

Ada juga penelitian lain seperti yang dilansir dari situs webmd, beberapa penelitian telah menemukan fakta menarik bahwa balita yang terlalu sedikit mendapat waktu tidur di malam hari akan cenderung makan lebih banyak yang kemudian bisa meningkatkan resiko obesitas padanya. Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 1300 anak di Inggris, para peneliti mengukur waktu tidur
anak­ – anak balita ketika masih berusia 16 bulan kemudian anak tersebut diteliti kembali ketika mereka telah berusia 21 bulan. Selain meneliti waktu tidur anak, peneliti juga menganalisa diet atau frekuensi makan yang selama ini mereka konsumsi.

Para peneliti juga melihat jenis makanan apa saja yang di konsumsi balita, melihat kondisi lingkungan sekitar balita bermain dan melihat kondisi kamar tidur balita. Hasilnya sangat mengejutkan, ternyat balita yang tidurnya kurang dari 10 jam sehari akan mengonsumsi sekitar 10 persen lebih banyak kalori daripada balita yang mendapat tidur lebih dari 13 jam dalam sehari. Hasil penelitian ini juga di terbitkan dalam jurnal International Journal of Obesity. Dalam jurnal tersebut, para peneliti mengatakan bahwa jam tidur yang lebih pendek dapat mengganggu regulasi hormon yang akan mempengaruhi nafsu makan secara keseluruhan. Pengaruh itu juga dikaitkan dengan sistem metabolisme anak sebelum dan sesudah di teliti.

Dr. Abi Fisher, yang berasal dari Health Behavior Research Centre at UCL juga menambahkan bahwa sebelumnya sudah ada penelitian pada orang dewasa dan juga anak remaja yang menunjukkan bahwa kurang tidur yang kurang kondusif akan menyebabkan mereka makan lebih banyak dan juga akan meningkatkan resiko obesitas pada mereka. Dalam kesempatan yang sama juga, Dr. Abi Fisher mengatakan bahwa balita juga bisa menghadapi kemungkinan obesitas, bahkan secara khusus dia menyoroti persepsi masyarakat yang mengatakan bahwa anak obesitas selalu dikaitkan dengan anak sehat dan lucu, padahal kondisi tersebut jelas sangat tidak menguntungkan karena anak obesitas akan sangat rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit.

Dr. Abi Fisher menyarankan kepada orangtua anak supaya mereka lebih selektif lagi dalam menerima informasi dan menghindari segala macam penyebab anak mengalami obesitas. Pola makan yang salah yang di dampingi pola asuh yang salah juga menyebabkan anak obesitas, selain itu masalah tidur pada anak juga akan menyebabkan masalah yang sama.


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.